Serba-Serbi Penulisan Lagu Petra Sihombing dalam Semenjak Internet

Serba-Serbi Penulisan Lagu Petra Sihombing dalam Semenjak Internet

Serba-Serbi Penulisan Lagu Petra Sihombing dalam Semenjak Internet

Serba-Serbi Penulisan Lagu Petra Sihombing dalam Semenjak Internet – Bukan hal yang mudah bekerja sama dengan banyak kepala untuk menghasilkan sebuah album. Tapi perkara yang tidak mudah justru dijajal oleh Petra Sihombing dalam menggarap album barunya yang bertajuk Semenjak Internet.
Dalam 12 lagu yang terdapat dalam albumnya, 10 di antaranya dikerjakan bersama 10 kolaborator yang berbeda. Musisi yang Petra Sihombing ajak kerja sama antara lain Sheryl Sheinafia, Danilla Riyadi, Teddy Adhitya, Baskara Putra atau Hindia, Pamungkas, Ben Sihombing, Tulus, Kunto Aji, dan David Bayu. Melansir dari http://162.241.119.31/

Bekerja sama dengan 10 musisi yang berbeda dalam tiap lagunya tidak memuat Petra Sihombing takut untuk kehilangan identitas. Sebaliknya, ia justru lebih mengapresiasi hal baru yang dapat ia pelajari selama proses bekerja bersama ketimbang hasil akhir.

“Gue sangat enjoy prosesnya dan gue sangat tidak beracuan kepada hasil gitu. Hasilnya maka bonus yang menyenangkan aja. Prosesnya yang gue sangat appreciate, gue mencari hal baru sama orang-orang pada studio dan tidak ada dalam zona yang nyaman. Gue selalu mencoba, ketika membuat album baru harus membuat gue keluar dari zona nyaman,” kata Petra,mengutip dari https://dusembaev.com/

Agar musik antar lagunya masih memiliki benang merah, Petra Sihombing menganologikan proses penulisan lagu bersama kolaboratornya sebagai pembentukan kerangka. Ketika menulis, lagu yang ia hasilkan masih mentah, warna dan aransemen ia tentukan lalu.

Petra Sihombing Berkolaborasi Dengan 10 Musisi Indonesia

“Karena kendali dari bunyi musiknya seperti apa itu kan ada di gue. Ketika gue duduk dengan song writer manapun biasanya cuman dengan satu instrumen gitar sih, vokal dan gitar atau piano, maka memang tidak ada warna yang langsung kebentuk. Gue mencoba nggak mikirin warnanya dulu. Gue coba mikirin rangka tulangnya dulu.Lebih ke hal-hal yang tulang, struktur dulu, dibanding looknya mau seperti apa. Maka memang nggak terlalu sulit untuk nyamain warna karena kendali warnanya ada di gue,’ jelasnya.

Selebihnya, Petra Sihombing mengaku memiliki siasat dan cara pengerjaan yang berbeda-beda di setiap lagu. Hal itu tergantung pada ide yang ia dan kolaboratornya miliki saat menggarap lagu.

“Kayak Canggih itu idenya justru dari Sal (Priadi). Sal bawa ide yang kuat, terus gue develop dari situ. Astrologi gue sudah bawa setengahnya terus kerjain bareng Sheryl. Kalau yang Adu/h, gue sudah bawa setengah, terus nggak works nih, akhirnya berubah total, bikin lagu baru, yang dipakai yang dibikin on the spot,” cerita ia.

Keadaan yang bisa saja berubah itu membuat Petra Sihombing belajar untuk menjadi lebih fleksibel dan menyesuaikan keadaan selama proses penggarapan album tersebut. “Maka yang menariknya di situ, akhirnya ide yang menangkan, bukan apa yang persiapkan. Ternyata apa yang kita persiapkan bisa berubah, gue mencoba fleksibel dalam hal itu,” tuturnya.

Sebelum mengeluarkan Semenjak Internet, Petra Sihombing telah lebih dulu mengeluarkan satu per satu lagunya sebagai single. Untuk dapat konsisten mengeluarkan lagu tiap bulannya, ia harus setidaknya memiliki tiga tabungan lagu dalam satu bulan.

“Gue lebih ke nabung sih, maka pada bulan ini sebelum rilis gue harus minimal punya tiga. Dari awal gue punya tiga, bulan depannya gue punya tiga lagi,” ungkap ia.

Untuk dapat memenuhi tenggat dan jumlah tabungan lagu, Petra Sihombing memiliki caranya tersendiri. Ia memisahkan proses penulisan lagu menjadi dua babak.