Mulai November,Turis Yang Datang Ke Bahama Tak Perlu Karantina Wajib

Mulai November,Turis Yang Datang Ke Bahama Tak Perlu Karantina Wajib

Mulai November, Turis Yang Datang Ke Bahama Tak Perlu Karantina Wajib

Mulai November,Turis Yang Datang Ke Bahama Tak Perlu Karantina Wajib – Turis yang berkunjung ke Bahama pada Kepulauan Karibia kini perbolehkan melewatkan karantina wajib. Asalkan ada bukti bahwa mereka negatif COVID-19.

Mengkutip dari https://dusembaev.com/ , Kementerian Pariwisata dan Penerbangan setempat mengizinkan wisatawan tak melakukan karantina selama 14 hari mulai 1 November 2020. Protokol baru yang harus terapkan membiarkan wisatawan berkeliaran pada daerah pulau jika memiliki tes PCR negatif kurang dari tujuh hari sebelum perjalanan.

Wisatawan juga perlu mengajukan visa perjalanan kesehatan Bahama, yang mencakup biaya tes cepat. Namun, khusus untuk anak-anak berusia 10 tahun ke bawah tak perlu menjalankan tes.

“Kami membuat perubahan pada protokol perjalanan dan pengujian kami untuk memberikan pengunjung kami pengalaman liburan yang lebih baik dan lebih lancar. kata Menteri Pariwisata, Dioniso D’Aguilar.

Mengutip dari http://thedehealth.com/ “Kami ingin semua orang menikmati Bahama secara menyeluruh dan dengan ketenangan pikiran. Langkah-langkah bari ini akan memungkinkan kami untuk memantau dan menanggapi secara dekat potensi penyebaran virus, sementara pengunjung kami bisa terus mendapatkan pengalaman asli pada Bahama yang mereka kenal dan cintai,” tambahnya.

Wisatawan Pantai Bahama Tak perlu Karantina Wajib

Sebelum kebijakan baru ini terterapkan, mulai 15 Oktober 2020, wisatawan bisa mendapatkan pengalaman ‘berlibur tempat’. Selama maksimal 14 hari, wisatawan boleh menikmati keindahan pantai-pantai Bahama dengan pemesanan resor hingga konsep pulau sendiri yang mewah.

Wisatawan juga harus mempunyai hasil tes PCR negatif sebelum kedatangan. Mereka wajib tetap berada pada hotel dan bisa menggunakan semua fasilitas yang ada.

Bahama membuka perbatasannya pertama kali untuk pesawat milik sendiri dan kapal pesiar mulai 15 Juni, lalu diikuti oleh maskapai penerbangan komersial pada 1 Juli. Awalnya, negara ini tak mengizinkan wisatawan dari Amerika Serikat. Namun akhirnya melepaskan peraturan tersebut, asalkan turis Amerika Serikat mau melakukan karantina dengan biaya sendiri.

Senat Meksiko melarang hotel, restoran, atau pemilik properti lainnya membatasi akses ke pantai negara itu. Pelanggar bakal denda hingga USD 47.000 atau sekitar Rp 696,7 juta.
RUU yang setujui dengan suara bulat pada hari Selasa (29/9/2020) itu juga mengharuskan pemilik properti untuk mengizinkan akses publik melalui lahan mereka ke pantai yang tidak memiliki akses jalan. Saat ini, RUU itu, masuk ke presiden untuk mendapatkan persetujuannya.

Privatisasi pantai Meksiko memang ada¬† masalah sejak lama. Warga buat marah oleh restoran, klub, dan hotel sendiri yang memasang penghalang atau mempekerjakan penjaga. Untuk menjauhkan penduduk setempat dari hamparan pantai “mereka”.