Mengunjungi Desa Wisata Baduy

Mengunjungi Desa Wisata Baduy

Mengunjungi Desa Wisata Baduy

Mengunjungi Desa Wisata Baduy – Kawasan Desa Adat Baduy belum lama ini menjadi perbincangan yang hangat setelah muncul wacana penghapusan dearah ini sebagai destinasi wisata. Masyarakat Baduy sendiri yang menginginkannya, lalu berharap menjadi cagar budaya.

Permintaan masyarakat Baduy ini kabarnya disampaikan lewat sebuah surat terbuka yang dikirim ke Presiden Joko Widodo pada Senin,  Juli 2020. Belakangan, surat itu dibantah dan disebut tidak mewakili seluruh tokoh serta masyarakat Baduy. Menurut Kepala Desa Kanekes, Jaro Saija, Desa Kanekes sebagai tempat tinggal masyarakat Baduy masih boleh dikunjungi wisatawan.

Namun, warga Baduy meminta agar nama Wisata Baduy diganti menjadi Saba Budaya Baduy. Ini artinya wisatawan yang berkunjung tujuannya adalah untuk silaturahmi, bertemu, dan berinteraksi. Sementara jika wisata, orang Baduy seolah-olah menjadi tontonan.

Jaro Saija mengatakan penyebutan Saba Budaya Baduy sebetulnya sudah ada sejak beberapa tahun lalu. Bahkan sudah dibentuk peraturan desa mengenai Saba Budaya.

Nah, kalau Anda berencana mengunjungi Saba Budaya Baduy, berikut rute, aturan, dan tips-tipsnya yang harus Anda pahami.

1. Cara menuju Desa Baduy

Desa Adat masyarakat Baduy terletak di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. Desa ini terletak sekitar 160 kilometer dari pusat Kota Jakarta.

Waktu yang ditempuh untuk menuju Desa Kanekes adalah sekitar lima jam perjalanan. Dari Jakarta, Anda bisa naik KRL dari Stasiun Tanah Abang menuju Rangkasbitung, ibu kota Kabupaten Lebak.

Sampai di Rangkasbitung, Anda bisa melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan umum berupa elf lokal untuk menuju Ciboleger, yang merupakan pintu gerbang menuju Kampung Baduy.

Dari sinilah perjalanan trekking dimulai. Sebenarnya, ada dua jalur yang bisa Anda pilih, yakni Ciboleger dan Cijahe.

Jalur Ciboleger ini lebih ramah turis dengan fasilitas lengkap dan suasana yang ramai. Namun jika lewat jalur ini, diperlukan trekking sekitar 4-5 jam. Jalur Cijahe memiliki jalan yang cukup rusak dan berlubang, tetapi hanya durasi trekking kurang dari satu jam saja.

2. Aturan yang harus Anda patuhi

Masyarakat Baduy dikenal selalu memegang teguh adat istiadat dan aturan. Oleh karena itu, ada beberapa peraturan yang wajib Anda patuhi saat berkunjung ke Desa Adat Baduy.

Jika Anda berada di Baduy Dalam, Anda dilarang mengambil foto atau video lewat perangkat apa pun. Jika mandi di sungai tidak boleh menggunakan sabun, sampo, dan pasta gigi.

Selain itu, masyarakat Baduy juga dikenal sangat memelihara alam dengan baik. Oleh karena itu, Anda dilarang keras untuk membuang sampah sembarangan. Para wisatawan yang berkunjung diwajibkan membawa kembali sampah-sampah mereka.

3. Tips-tips berkunjung ke Desa Adat Baduy

Sangat disarankan menyiapkan kondisi fisik dan stamina jika ingin bersilaturahmi ke Desa Adat Baduy. Pasalnya, untuk bisa sampai ke kampung-kampung di Baduy Dalam, Anda harus menempuh perjalanan dengan berjalan kaki melewati jalur setapak.

Anda bisa menyiapkan peralatan yang akan digunakan menuju Desa Adat Baduy, seperti sepatu trekking, jaket, ransel, jas hujan, dan juga senter. Satu hal lagi yang perlu Anda ketahui, Anda tidak akan menemukan warung makan di Baduy Dalam. Disarankan membawa perbekalan sendiri.

Jika Anda memutuskan menginap di rumah penduduk, Anda bisa membawa beras, sayuran, lauk pauk, dan air minum yang banyak mengingat air bersih di Baduy hanyalah dari air sungai. Anda juga bisa membawa makanan ringan, kopi, teh, dan gula.

Sesampainya di rumah penduduk, Anda bisa meminta tuan rumah untuk memasakkan makan malam dan sarapan buat rombonganmu. Jangan lupa juga untuk mengisi buku tamu dan menyelipkan selembar Rp50 ribu di buku tersebut.