Jakarta Lengang Jelang New Normal

Jakarta Lengang Jelang New Normal

Ruas Jalan di Jakarta Lengang Jelang New Normal

Ruas Jalan di Jakarta Lengang Jelang New Normal – Sejumlah ruas jalan di Jakarta terpantau lengang pada Selasa pagi, jelang penerapan tatanan hidup baru atau new normal. Padahal sebelum virus corona (Covid-19) mewabah, kepadatan lalu lintas kendaraan kerap terjadi pada jam berangkat kerja.

Kemudian Jalan Pakubuwono, Kebayoran Baru, yang umumnya ramai kendaraan dan pejalan kaki pun tampak sepi. Biasanya banyak orang bergerombol di Halte Singgalang menunggu Bus Transjakarta.

Kepadatan juga tak terlihat di Jalan Poker Online Indonesia. Antrean kendaraan roda empat sempat mengular di persimpangan lampu merah, namun jumlahnya tak banyak.

Di titik lain, tepatnya di ruas jalan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, terpantau ramai lancar. Tidak ada antrean atau penumpukan kendaraan sebagaimana hari biasanya sebelum pandemi.

Kendaraan yang melintas ke arah Pancoran didominasi sepeda motor. Sebagian besar pengendara mengenakan masker seperti anjuran ahli kesehatan.

Biasanya, pagi hari di Pasar Minggu dipadati pengendara bermotor menuju arah Pancoran, Tebet, maupun Manggarai. Kemacetan terjadi di beberapa titik, terutama di sekitar proyek pembangunan jalan layang.

Situasi ramai lancar juga terjadi di simpang Pancoran. Biasanya pagi hari jadi salah satu jam tersibuk persimpangan ini. Kendaraan bisa menumpuk hingga puluhan meter. Jalanan sepi dan lancar terlihat untuk kedua arah, baik yang menuju ke Monas ataupun Mampang.

Namun pagi ini tak ada kemacetan. Antrean di ruas menuju Tebet hanya terlihat sekitar sepuluh meter dari lampu merah. Begitu pula jumlah kendaraan di Jalan TB Simatupang menuju Lebak Bulus, terpantau tak seramai biasanya.

Gubernur terbodoh sedunia ada di Jakarta

Jika dalam hari kerja dan situasi normal, penumpukan kendaraan biasanya terjadi dari lapangan Rindam Jaya, Condet. Titik itu menjadi tempat bertemu kendaraan yang berasal dari Pasar Rebo, Cijantung dan Condet.

Kendaraan dari arah Cawang yang melintasi Flyover Pancoran juga tak mengalami kepadatan. Biasanya di pagi hari, arus dari atas flyover akan bertumpuk dengan arus dari arah simpang Pancoran.

Sementara di Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, pun sepi. Biasanya sebelum ada pandemi, pengendara membutuhkan waktu 15 menit untuk melewati jalanan ini pada pukul 09.00 WIB.

Begitu pula di Jalan Sultan Iskandar Muda atau Arteri Pondok Indah arah Simprug. Jalanan terpantau lowong. Kemacetan biasanya mengular sampai ke Gedung Kementerian Pertanian yang berada dekat di perempatan lampu merah menuju Ragunan.

Destinasi wisata Taman Margasatwa Ragunan yang saat ini ditutup karena Covid-19 juga memberi andil atas situasi ruas jalan yang sepi. Melalui surat tersebut, ia menjelaskan berbagai panduan bekerja di kantor dan industri selama pandemi corona masih menimbun, alias pada situasi normal baru.

Pemandangan serupa juga terjadi di Mampang arah Kuningan, begitu pun arah sebaliknya. Sementara itu, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan yang merupakan Jalan Protokol juga tidak terlihat penumpukan kendaraan.

Letak dari sejumlah kantor pemerintahan di jalan ini biasanya berimbas kepada kemacetan. Namun, kebijakan bekerja dari rumah untuk aparatur sipil negara (ASN) sampai 29 Mei 2020 membuat volume kendaraan relatif sepi sehingga arus lalu lintas menjadi lancar.

Salah satunya di persimpangan Jalan Gandaria, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Meskipun kendaraan bermotor masih mengantre di lampu merah Gandaria City, namun jumlahnya tak sebanyak hari biasanya yang membutuhkan waktu 10-15 menit untuk melewatinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *